5 Suasana Paling Maknyus untuk Menyantap Mie Rebus

26 Februari 2019

Mie rebus yang dikemas secara instan adalah temuan berharga pasca Perang Dunia II oleh Negeri Sakura atau Jepang. Saat ini, tepatnya di tahun 2019, Indonesia masuk dalam 10 besar konsumen mie instan terbesar di dunia, termasuk mie rebus. Uniknya, cocok dikonsumsi kapan saja dan di mana saja. Tapi, di antara banyak suasana tersebut, manakah yang paling maknyus dan mantap?

5 Suasana Paling Maknyus untuk Menyantap Mie Rebus

5 Suasana Paling Maknyus untuk Menyantap Mie Rebus

5 Suasana Paling Maknyus untuk Menyantap Mie Rebus

1. Saat Berkumpul dengan Keluarga

Kapan terakhir Anda berkumpul dengan keluarga? Bersama adik, ibu, bapak, kakek, dan nenek? Setahun lalu? Sebulan lalu? Seminggu lalu? Selama ini, kita telah disibukkan dengan urusan masing-masing. Bahkan ada yang lebih dari setahun tidak kumpul dengan keluarga. Misalnya saat tinggal di Jawa dan merantau ke Pulau Bangka untuk kerja di tambang timah.

Kesannya berkumpul dengan keluarga lengkap itu sepele. Padahal, jika dimaknai secara mendalam, bisa membuat kita merasa cukup dengan segala apa yang ada di dunia ini. Saat berkumpul dengan keluarga, sempatkan untuk makan mie instan bareng. Lebih seru jika waktu dihabiskan untuk mengobrol hangat ketimbang ribut-ribut di ruang dapur.

2. Saat Hujan Turun

Setiap musim hujan selalu menawarkan sendu, dingin, rapuh, sepi, dan hampa. Kadang, hanya untuk menghangatkan suasana, anak-anak dan pasangan tidak berada di dalam rumah. Mau menonton televisi, acaranya begitu-begitu saja. Mau buka media sosial, semakin hampa karena di sana polemik, curhat, dan keluhan bertebaran.

Pernahkah Anda merasa hampa dan sepi saat memandangi hujan turun? Ditambah lagi perut selalu minta untuk diisi. Mau beli camilan di warung, kok ya rasanya berat. Sebelum itu terjadi, sediakan dulu mie rebus dalam bentuk kemasan secukupnya. Dijamin deh. Saat hujan turun, Anda tidak merasa sendirian karena sudah ditemani oleh hangatnya mie di lidah.

3. Ketika Lagi di Perjalanan

Bagi orang yang mau mengadakan perjalanan, sangat tidak pas jika harus bawa kompor, wajan, peralatan dapur. Nanti malah dikira sales. Untuk mengisi waktu di sepanjang jalan, kalau tidak makan camilan, ya makanan yang serba instan. Mau beli makanan berat di luar, khawatirnya kurang aman dan terjamin mutunya.

Akhirnya, banyak yang memilih makan mie instan. Sebab, selain sudah terjamin halal, bisa jadi solusi untuk mencukupi berbagai kebutuhan perut. Toh, tidak makan banyak tempat di tas. Di warung-warung juga banyak yang jualan. Selain itu, tanggal kedaluwarsanya juga tercetak tebal.

4. Ketika Tinggal di Kos-kosan

Anak kos itu identik dengan mie instan. Betul? Kalau yang pernah tinggal di kos-kosan atau kontrakan pasti tahu deh. Kenapa makan mie instan di kos-kosan itu terasa maknyus? Kan ada menu lain tuh yang lebih elit seperti ayam geprek, bakso goreng, atau martabak? Mahal. Sedangkan kantong anak kos kan rata-rata cekak.

Untuk mengonsumsi makanan enak dengan harga miring jelas diperlukan usaha yang gigih. Masa ada sih orang mau makan di warung pakai nawar? Sepanjang sejarah, sangat jarang. Maka dari itu, dipilihlah mie instan yang tidak kalah enak dari makanan ala restoran. Ditambah lagi, sekarang sudah tersedia banyak varian yang menggugah selera.

5. Dalam Keadaan Mendesak dan Lapar

Ada pepatah yang unik nih. “Lapar adalah koki terbaik di dunia.” Betul. Saat lapar, makanan yang semula tidak enak, bisa berubah enak. Koki mana yang bisa mengubah selera orang sedahsyat itu? Hampir setiap orang setuju, kalau saat mendesak dan kelaparan, makan mie instan itu adalah momen paling maknyus.

Enak sih enak. Tapi sangat sedikit lo mie rebus yang memenuhi standar gizi dan kesehatan tubuh. Bahkan ada pula yang hanya demi awet lebih dari setahun, akhirnya pakai bahan berbahaya. Untuk itu, sebaiknya pilih yang tanpa pengawet seperti buatan Lemonilo. Kalau belum ada di daerahmu, bisa pesan kok via online.

Bagikan MUHRID di Facebook Bagikan MUHRID di Google+