Fakta dan Tanggapan Jokowi Maruf Amin pada Kampanye Hitam

4 Maret 2019

Semakin dekat kepada pemilihan di bulan April berbagai isu dan upaya politik semakin terlihat. Bahkan banyak yang beralih menjadi oknum politik praktis. Baru-baru ini kabar kampanye hitam heboh dibicarakan. Ini lah fakta dan tanggapan Jokowi Maruf Amin terhadap kampanye hitam yang menudingnya.

Fakta dan Tanggapan Jokowi Maruf Amin pada Kampanye Hitam

Joko Widodo

Joko Widodo (Foto: IndoSport)

1. Warga Karawang dan Di Tangkap Di rumahnya

Ibu-ibu yang melakukan kampanye hitam tersebut merupakan warga Karawang, Jawa Barat. Aksi kampanye hitam yang mereka lakukan cepat tercium olah aparat berwenang dan langsung menindak lanjutinya. Mereka berhasil ditangkap setelah Polres Karawang mendapatkan laporan dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin.

Mereka berhasil diamankan pada Minggu 24 Februari lalu di jam 23:30 WIB. Kampanye hitam yang dilakukan oleh ketiga ibu-ibu ini berlangsung dari rumah ke rumah dan direkam dengan kamera HP. Mereka bertiga bernama Engqay Sugiarti usia 39 warga Babakanmaja. Ika Peranika usia 36 warga Kalioyod, dan Citra Widianingsih usia 38 warga Perumnas Bumi Telukjambe.

2. Penyebar HOAX

Mereka membuat video dan menjadikannya viral dengan berita HOAX tentang pasangan Jokowi Maruf Amin. Berita yang mereka sebarkan sesuai dengan hasil rekaman ialah tentang jika PASLON nomor 1 menang, maka tidak akan ada lagi suara azan. Bahkan nantinya akan ada pernikahan sesama jenis yang mendapatkan izin.

Kabar HOAX ini menyebar dengan cepat ketika sudah masuk dalam ranah sosial media. Mereka meng-upload video ini dengan menggunakan akun twitter atas nama @citrawida5. Anda tentu tahu twitter merupakan bagian dari sosial media yang paling banyak bahkan hampir menyeluruh membicarakan soal pemilihan presiden ini.

3. Sebuah Tindakan Preventif

Mereka langsung diperiksa oleh penyidik dari Mapolda Jabar. Penangkapan mereka ini merupakan upaya preventif dari aparat kepolisian agar tidak memunculkan konflik dan keresahan. Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan penangkapan mereka ini ialah upaya tindak lanjut.

Upaya penangkapan ini juga merupakan temuan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu terkait video kampanye hitamnya. Bawaslu dan jajarannya akan melakukan evaluasi terhadap perbuatan yang diduga sebagai tindak pidana pemilu. Namun tetap saja tindakan yang telah dilakukan ibu-ibu ini ada unsur tindak pidana lainnya.

Tindak pidana yang diduga ialah pelanggaran Pasal 28 UU ITE. Selain itu juga diduga terkena UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana penyebaran berita bohong. Ancaman hukuman yang dapat kenakan ialah 6 tahun dan denda Rp1 miliar atau hukuman 3 tahun penjara.

4. Tanggapan Maruf Amin

Adanya kampanye hitam ini dikatakan bagian dari kabar HOAX yang banyak terjadi di mana-mana. Beliau mengatakan hal ini biasa terjadi dalam suasana pemilu yang akan segera dilangsungkan. Ada banyak sekali berita yang terjadi dan Anda tentu harus cerdas menyikapinya.

Maruf Amin memberikan tanggapan dengan tenang tanpa ada kekhawatiran karena sepertinya menurut beliau sudah ada aparat yang akan menindaklanjuti. Maruf Amin tetap saja melakukan safari ke daerah Karawang dengan santai tanpa ada rasa takut akan dihajar masa.

Video yang tersebar dari 3 orang ibu-ibu itu hanya lah bentuk dari ujaran kebencian untuk menyebarkan informasi bohong. Meski pun akhirnya Bawaslu dari bagian pemilu mengatakan bahwa mereka tidak terkena pelanggaran pemilu tetapi tetap akan Anda bisa mengetahui lebih banyak tentang Jokowi Maruf Amin dengan mengunjungi website Jokowi.link.

Bagikan MUHRID di Facebook Bagikan MUHRID di Google+